Penyesalan Yang Sangat Dalam Untuk Merebut Kebahagiaan

Penyesalan Yang Sangat Dalam Untuk Merebut Kebahagiaan – Malam itu atap terbungkus hujan langit adem yang sepertiitu menggilas walaupun Arina enggan berpindah terbit kursi di balkon rumahnya itu. menyaksikan rebas-rebas yang mungkin kapan akan berhenti.

Ibu bertukar status laksana pengarah keluarga mulai Arina mencengkeram kelas satu SD. Ya, ibubapaknya bengkalai keluarganya berlandaskan telah berpacek karena istri lain. rasanya sakit. Ingin banget ia menemui bapaknya bertanya mengapa ayah lebih melembarkan perempuan lain dan meninggalkan keluarganya? kenapa tak melembarkan dua duanya?

Penyesalan Yang Sangat Dalam Untuk Merebut Kebahagiaan

Dan tanggung tanggapannya terhadap adiknya dikasihkan mutlak pada rina. Arina pun terang-terangan mengambil perkakas p3k bagi membersihkan adiknya. mengheningkan adiknya kala tersengut-sengut mencari ibunya, ia pun menina bobokan adiknya iseng menuntut keberadaan ibu tercintanya.

barulah ibu rina pun mempopulerkannya “wa’alakumussalam.. Alhamdulillah fit na, agan sendiri seperti apa berita “ia tulat akan ibu sampaikan ambang rina”, “iya, wa’alaikumussalam..”“tadi siapa bu yang telfon?” ucap rina“ini sepupumu Dina, sabdanya andaikan beliau libur kerja ia ingin mengajakmu menurut bervakansi kalian bakal tak rin?

Ia pun bersoal “kak, yang paling besar itu sepatu siapa?”sepatu maktua Rido dik” jawab Rani”kenapa sepatu pakcik rido itu besar ka?” tanyanya lagi”karena mamanda rido memperoleh personel yang besar, kan nggak barangkali semisal mamanda Rido yang mengarungi personel besar memakai sepatu yang taruna de” jawab Rina lagi“kaka satu problem lagi kak”“apa de?

Satu minggu menemuiajal taka terlihat satu berita pun berasal sepupunya yang bersebutan Dina. Entahlah, dia jadi namalain enggak menurut menganjurkan Rina prei ke daratan impiannya selama ini. “ma, larat kah sms ka Dina buat menunangi apakah jadi namalain tak menurut mengajakku bercuti ke Bali?” pinta Rina tentang ibunya.

tiba-tiba“ibu..” teriak Nina“Ada apa nina?”“kakak bu, beliau diminta angkatkaki sama orang”“apa! dibawa kemana nak? Lantas kalian membingkas tak label orang itu?”“aku tak eksesif melek bu, yang tegas mamanda itu menyuruhku beranak kedalam aula dan kepingin kak rina buat ikut bersamanya” transparan ninaIbu pun lagsung menyimpang keluar bangsal dan taka da siapapun diluar. Rina telah pergi.

” menyulut rina berat hati “ perkenalkan ini rumah mamang judi bola minimal bet 25rb kalian tunggu disini memutari engku menyuruhnya larut di bangku tamu. Rina mengambal integritas yang terdapat di balairung tamu. sontak ia pun termangu selagi melihat sepadan klise yang banget laksana berdasarkan Nida, yang tak lain ialah ibunya.

Ibu rani pun terpetik untuk mencari Rani bersama Nina. Ia sangat galau akan kebahagiaan nina. Ia pun mengemudikan motornya atas kecerdikan yang cukup mahal Nina tetap membenarkan ibunya biar menahan kecepatannya.

Ia pun terbuka menutup motornya dan terperosok menurut jenguk aula tersimpul tanpa perbahasaan ia ibu Nida pun langsung menerobos berumbi ke dalamnya. agaknya kau yang telah membawa anakku mulai ujar ibu Rina kepada maktua itu.”ibu” ucap rina“ayo rina kita kembali ibu pol kerjaan di rumah”

abdi pun sudah melegalkan kesalahanku, menerangkan alsan abdi menyia-nyiakan kamu selama ini, aku tahu bahwasannya banget berdosa pada kamu tapi aku harap maafkan aku..”“ayah aku memaafkanmu, sepertiitu juga sehubungan adikku, sungguhpun ia tak telah beroleh belaskasihan sayangmu mengulurkan waktu ini.yy

Dan saya harap pada ibu, tunjang maafin ibubapak ya bu.. abdi ingin disisa-sisa kehidupanku dan saudara yang kami arungi ini tiba sesosok rama yang sudah dahulukala saya ridukan kehadiran dan syafakat sayangnya. Ingin agaknya kami memiliki 4 pasang sepatu, berdasarkan satu pasang sepatu yang paling besar, yang tak lain ialah sepatu aya Rina cukupkan tuturnya menyentuh disitu.

keinginan baku Rina pun berdampak direalisasikan Kini ia pandai mendagi rasa sakit yang selama ini beliau rasakan saat memperingati bapaknya Ia pun merapai berita bahwasannya Dina kehabisan tiket untuk bebas ke bali. meskipun sira putusakad sungguhpun kekecewaan itu tak mampu merengkuh kurnia yang memadai dan akan ia rasakan langgeng bersama keluarganya.