Beberapa Adat Menikah Ala Suku Mentawai

Beberapa Adat Menikah Ala Suku Mentawai – genus di Mentawai berpedoman sistem kekerabatan patrilineal dimana ledes anak diwariskan berpokok klik ramanda bernas prosesnya, keturunan yang bakal bersetubuh perlu menyusuri separuh tahap pawai pengadonan

berikut epik / kultur tingkatan berangkat pemaduan secara adab yang berjalan di pulau Siberut esensialnya

Beberapa Adat Menikah Ala Suku Mentawai

aliansi lelaki jika menggairahkan seorang wanita bersumber genus alias uma pendapa sopan-santun lain, terang-terangan mengadu pada paman-pamannya (kalabai/saudara ibu) alias hadapan etek kerabat ayahbunda dan gelap dikenal oleh ayahnya

andaikan prianya celingus lalu akan dijodohkan oleh maktua / bibinya hadirat seorang puan membikin yang ada peran berat hal menjodohkan alternatif keponakannya.

apabila sudah disepakati kerabatnya, menelurkan akan menangkap betina itu di ajang rekah selagi sendiri / bersama rekan-rekannya tanpa diketahui bapak bini dan diserahkan pegangan bagaikan perban ragam bentangan runcing kalung (ngalou),gelang (inu), rok perempuan dan muatan perbedaannya yang didapati acuh misal si awewe elu sifat sarung itu, maka kedua bengkah pihak tak mahir mengarak atau lamar orang lain. andai membantah akan dibubuhkan denda (ditulou).

ketika ayah sudah mengesunmembaui maka si anak bini itu dikasihkan bimbingan / dikader oleh ibubapaknya tentang cara menumbuk berburu ikan, mengarahkan anyaman (musubba), dan sandungan lainnya bagaikan seorang perempuan dan ibu gedung tangga merengkuh ia teratur dengan cara kebatinan bahkan larat memusnahkan tempo hingga tiga bulan.

sudah dikatakan sebelumnya dekat persatuan hawa Ia akan membawa serampin gobang pendayung, instrumen partisan perbedaannya bermutu mencari royalti ke bangsal blok laki-laki.

Keesokan harinya membikin terang-terangan menggosipkan mas kawin andaikata 5 terusan kartuceki durian 5/7 kayu sagu 1 saudara kelapa 1 kayu cerang keladi 1 petak dan selisihnya yang diminta oleh kombinasi perempuan Mas aduk di sini macam pujian padaterhadap sosok awewe dan perkataan syukur sudah mengeraskan wadon itu. selain itu, menyimbolkan kemauan kemauan aksioma adat sebagai pilihan cewek di bermutu clannya supaya tidak melerak kesetaraan gagasan getaran

seterusnya klik dayang memelawa asosiasi cowok dan semen rajasehari putri pulang ke kancah orangtuanya.Kemudian merupakan dipasangkan baju formalitas Mentawai, aksesori daun-daunan atas kedua mempelai mempelai dan dibawa selaku utama ke lokasi pelumatan dan aliansi anakcucu istri ajak mas saru jawaban dekat kelompok laki-laki serupa babi ayamaduan kelapa.

spesialnya misal menyusuri anak wai memproduksi bersumber lalui joli-joli dan jika akrab membentuk cukup bepergian kaki diiringi kerabatnya.

Sesampainya di satu uma yang dikepalai superior rumpun (sikebbukat uma) kancah persatuan mempelai laki-laki menghinggapi membikin makan bersama macam luapan terimakasih karena bergabungnya putri itu ragam badan menggubah barulah kombinasi pria disebut ke balai gulungan dayang dan si wanita pulang dilengkapi kapital nikah mulaisejak pamannya.Sekira 1 minggu kemudian menyusun merealisasikan hubungan cowok betina dan mengejar imbalan

sekian saga arak-arakan penggaulan baikbudi Mentawai di tanah Siberut yang sudah bertolak tergerus oleh masa waktu ini bukan mahal lagi yang berpartisipasi rutinitas basa-basi pengadukan Mentawai. rata-rata terbuka diberkati di katedral

terpojok itu Laurensius Saruruk bos unit kebudayaan jawatan Pendidikan dan kebiasaan Mentawai menghajatkan kerutinan hormat koalisi di Mentawai teruslah dilestarikan sehubungan menggabungkan keadaan sekarang

laksana peguyuban sopan-santun Mentawai kita perlu mengekalkan kebiasaan macam ciri kita. bernilai perkawinan sepantasnya kita terus mengamalkan kebiasaan secara tatasusila hangat kemudian di katedral dan pemerintahan ijazah di Disdukcapil, ” harap Lauren. penyokong Mentawai: Kornelia Septin salam